Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘KKN’

6,8 Km


Kalibening – 6,8 Km dari puncak merapi

kami tiba di lokasi kkn siang menjelang sore. penerimaan tingkat kecamatan dilakukan di desa banyubiru. selanjutnya kami masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 4km lebih untuk sampai dilokasi kkn kami.

6,8km dari puncak merapi. terletak sebuah desa dengan segala kearifan lokalnya yang menyapa kami dengan hangatnya meski hujan menyambut kami tanpa henti. saat tiba di lokasi kami terkejut setengah mati, semuanya sudah dalam kondisi tertata,,, tak ada puing2 kehancuran seperti yang di ceritakan saat pembekalan, kamipun layaknya superhero yang telat dateng dan salah tempat alias nyasar. sedih.

hari itu kami menginap di balai desa bersama atas instruksi kepala desa. seperti pengungsi??? memang sih, tapi justru di tempatinilah kami yang pada awalnya tidak saling kenal satu sama lain menjadi sok kenal pada awalnya. sok sok tegur sapa, main bareng yang lama2 menjadikan kami akrab, hanya dalam hitungan satu malam saja. main poker bersama, masak mi instant untuk bersama (makan mi pake baskom gedee, hehe) dan DPLpun merasakan hal yang sama,,, esok harinya kami di mulai menempati posko2 di dusun2 yang akan kami kembangkan selama 35 hari ke depan. untuk kelompokku, kelompok 2 menempati dusun tertinggi. Kelompo 2 yg terdiri dari saya sendiri, Aan sebagai koordinator kelompok, ada gita,  anggra, indah, dan anjar alias masbro. kami tinggal d posko bersama bapak kadus windusari yang sangatlah ramah. saking ramahnya, kita pernah main kartu remi bersama, padahal di dusun lagi ada pengajian maulid nabi,,, astagaaaa……

minggu pertama terasamembosankan, karena belum banyak yang bisa kami kerjakan. masih masa pengamatan. minggu kedua mulai bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab masing2, ada yang ngurusin anak teka, ada yang ngurusin pengaktifan PAUD, ada yang menggerakan ibu2 PKK, ada yang ngasih informasi2 masalah kebencanaan, bahkan ada yg sibuk tidur mulu di posko, astagaaaa…..semua dilakukan dengan perasaan senang karena kami senang kami bisa membantu meringankan beban mereka meskipun banyak juga yang tidak dapat kami kerjakan karena faktor teknis.

Taman Bacaan Soedirman

hampir setiap peserta KKN (kalo menurut saya sih liburan terencana ala mahasiswa yg di wajibkan kampus) mendapatkan tugas dan tanggung jawab. saya kedapatan jatah sebagai Penangung Jawab untuk mendirikan Taman Bacaan, tidak mudah membangun sebuah taman bacaan dari nol, dengan dana terbatas kamipun mencoba meminta bantuan pihak2 percetakan di Yogyakarta, bahkan sampai ke tingkat Kementrian di Jakarta. buku terbanyak berasal dari kementrian Kesehatan. wawww…… kami sangat berterima kasih atas bantuannya, tidak sia2 mampir ke kantor kemenkes, tp dpt buku segudang, :D. asal tau saja, taman bacaan tsb di dirikan dari nol sampai 100% hanya dalam 3-4 hari,,, karena waktu yang sangat mepet (lagian di kasih tugas seabreg malah hari2 terkahir) maka terpaksa di bentuk tim roro Jongrang yang terdiri dari orang 2 yang mampu mengerjakan segalanya dalam hitungan jam saja.  banyak masalah yang terjadi tapi tidak menyurutkan langkah kami mendirikan taman bacaan yang diharapkan menjadi salah satu kebanggaan warga desa. 1 hari sebelum kepulangan, pada sore hari taman bacaan tsb di resmikan oleh bapak kepala desa, padahal paginya tempat itu masihlah sangat kotor dan belum ada 1pun buku. nama tempat tersebut adalah taman bacaan soedirman yang di ambil dari nama almamater kami. tadinya saya setuju dengan nama itu karena takut di kira pamer saja, tapi apalah daya semua menghendaki nama tersebut. resmi sudah taman tersebut dan akan di jalankan oleh pihak desa.

Kisah Cinta??

Cinlok ato cinta lokasipun terjadi, dan korban panah asmara tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah kormades kami dengan si aan alias ketua kelompok saya, hahahaha….. makan2?? itu terjadi… sedih.

Read Full Post »

KKN Mitigasi Bencana, itu adalah sebutan untuk prosesi KKN yang telah aku lalui bersama dengan 60 anak lainnya. namanya berasa keren abis dah, Ka Ka eN Mitigasi bencana. untuk dapat mengikuti KKN spesial ini, kami harus melalui serangkaian proses seleksi untuk menemukan 60 orang terbaik yang beruntung akan di berangkatan ke daerah bencana guna melakukan kegiatan pemulihan pasca bencana. seleksi tersebut berupa seleksi tertulis yang mana inti dari seleksi tulis itu adalah memberikan gambaran tentang tempat yang akan di tempati nantinya.

seleksipun telah selesai dan telah terpilih 60 anak  dimana aku salah satu yang terpilih dan satu2nya wakil sastra inggris untuk universitas, yang mana akan di tempatkan di 2 desa di kaki merapi di desa kalibening dan banyubiru, kecamatan dukun, magelang. pada saat pembekalan aku sedikit shock selain karena aku merasa kesepian dan juga dari raut muka peserta lainnya seperti tidak ada selera humor dalam diri mereka. sempat tersirat dalam pikiran unuk mengundurkan diri dan beralih ke KKN yg lebih normal, yang seperti mahasiswa pada umumnya. tapi niat itu aku simpan rapat2.

hari pembekalan terakhir dimana 60 anak tersebut akan di bagi menjadi 2 desa, banyubiru dan kalibening. aku masuk kedalam 30 anak yang akan menempati lokasi 6 km dari puncak merapi, desa kalibening. 30 anak dari kalibening tersebut masih di bagi lagi menjadi 5 kelompok yang akan di tempatkan dimasing2 dusun agar lebih merata dalam menjalankan tugas dan fungsinya nanti. untuk kalibening koordinator mahasiswa desanya di pegang oleh anak fakultas hukum yang bernama Novi Suci Setia. beliau akan memimpin kami selama kurang lebih 35 hari di desa kalibening. uintuk dosen pembimbing lapangan kami adalah Ir. Eko Dewanto M.Si, dosen pertanian.

untuk menuju lokasi kami menggunakan bus dan sebuah truk untuk mengangkut bahan bantuan dan motor untuk kegiatan operasional. untuk motor hanya di jatah 6 motor untuk 5 kelompok tersebut dan seorang DPL. bagi yg berminat membawa dipersilahkan membawa sendiri ke lokasi KKN tsb.

Next ……………… first day in Kalibening,

Read Full Post »