Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Backpacking’ Category

Nama saya Bella

Watashiwa bella san des
cerita ini dimulai saat aku pengen beli monitor baru buat si cepi q (my own computer). seperti kata pepatah, “things happen for a reason” alias segalanya terjadi karena ada udang di balik bakwan, ๐Ÿ˜› . semua terjadi karena sesuatu dan sesuatu itu adalah monitor ku. dalam membeli monitor kali ini aku menggunakan ritual ala orang kaya alias belinya jauh di luar kota padahal tu monitor sering nongol di toko2 komputer di deket rumah. masalahnya adalah uang yang buat beli tu monitor kudu di ambil sendiri di luar kota, luar propinsi malah (secara pewete tu jateng, jakarta ya jakarta). segalanya menjadi deal saat semua ongkos di tanggung oleh ramanda saya.

kamu mau monitor nak?

iya pah…

yaudah kamu ke sini aja, ntar papah beliin.

yaaah,,,,,jauh

transportnya papah tanggung deh,

oke…

tapi semua itu mengarah kepada peristiwa lain. seperti saat aku ketemu bule jepang di dalam kereta yang duduk persis di belakangku, tu bule sipit gak tau ni kereta dah sampai dimana. si bule trus tanya ke aku.

saya mau ke gambir, apa ini sudah di gambir?? kata dia pake bahasa jepang yang rada gak jelas.

sebenarnya aku ngerti dikit2 bahasa jepang tapi parahnya kata2 yang bisa tak ucapin hanyalah koniciwa sama watashiwa bella san des. finally i answere his qestion in english. dan dia ngerti sodara2…. alhamdulillah. semestapun bangga padaku,

yes, jawabku seenaknya dengan spekulasi tebakanku atas pertanyaannya bener.

tapi ternyata semua itu salah. saat itu q ngeh nya dia ngomong “apakah ini akan sampai d gambir?” dan benar saja,

tiba2 saja si bule berdiri dan akupun kaget di buatnya.

karena ngrasa ada yg g beres, langsung saja aku samperin lagi tu bule, karena aku memang berhenti di jatinegara dan berkata.

sir, this is jatinegara, not gambir, you will be on gambir after this. kataku

owwww…… im so sorry. i thought it is gambir, thanks. kata tu bule pake ingris2an dengan aksen jepangnya.

dan diapun kembali duduk di kursiku. akupun permisi karena akan mendahuluinya turun.

*catatan : hati2lah dalam berkomunikasi dengan bule, pahami dia tanya apa. atau kamu akan memalukan nama negaramu di hadapan tu bule… ๐Ÿ™‚

nama saya bella

setelah kejadian itu aku segera menyelesaikan misi pengadaan monitorq dan segera pulang setelah misi itu tercapai. dan aku pulang sore2 di keesokan harinya. di sini aku mendapati kejadian yang tak akan terlupakan,sampai kapanpun itu. hehehe

saat sudah di kereta aku segera mencari tempat duduk yang sesuai dengan nomor yang ada di tiketku. di situ aku menemui kursi itu masih kosong semua. kupikir tadinya disebelahku bakalan kosong sampai akhirnya orang itu muncul. dia tidak cocok di sebut manusia, di layak di sebut bidadari, hehehe…. kenapa begitu?? kulit putih mulus, pake drees warna terang dan rambut hitam bak tinta printer. waww….. kenapa tuhan mampu menciptakan mahluk sebaik dia dan tidak melakukan hal yang sama padaku. #sirik. untuk menghindari hal2 yang memalukan aku sengaja membaca majalah2 perkereta apian yang memang tersedia di situ. percakapan kamipun dimulai saat doi mau minjem majalah yang ada di depan kursiku.

permisi mas, itu majalah mas?

bukan mba, ada apa?

oh… boleh pinjam untuk di baca?

boleh2.. silahkan.

astaga, mungkinkah aku sedang berbicara dengan malaikat?? setelah obrolan ringan tadi, akhirnya aku beranikan diri untuk tanya hal yang lain. dan di dapat informasi kalo dia adalah salah satu mahasiswa kedokteran di salah satu universitas terkemuka di Jogja. widih…. pantes aja ni orang bening abis. percakapanpun berlanjut sampai2 akupun shock di buatnya…

semester berapa? tanyaku…

saya semester empat, masnya semester berapa?

saya semester enam, oh kalo boleh tau namanya siapa ya?

oh iya,,, nama saya Bella. kalo masnya? jawabnya. dan saat dia sebutkan namanya seluruh duniapun seakan berteriak, tertawa terbahak bahak… dan duniapun mulai gonjang ganjing. edaaaan,,,,, kenapa bisa begini?? what should i do??

akhirnya dengan jentelya aku memperkenalkan diri dengan lengkap.

hehe…. nama saya bella, bella satyanegara kalo pake versi panjang. jawabku dengan cengengesan.

ih kok bisa yah namanya sama, hehe…. tu beneran kan?? kata tu cewe sambil cekikikan.

yaelah beneran,, nih buktinya. jawabku sambil ngeluarin ktmku.

wow…. setelah itu obrolan berlanjut, tapi karena salah tingkah yang sudah akurt, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke gerbong restoran. dan nunggu di sana sampe sekitar 2 jaman. anjriiit, bisa2 mati duduk aku tadi,,, karena rasa lelah yg dah g bisa di tahan lagi, yaudah, balik lagi dah,,, sampe di kursi, tu cewe masih asik baca2 majalah,,, edan, ciri2 ce intelektual, g kaya aku yang cuma taunya indomi-telor, :p

yah, beberapa menit kemudian kami pun tertidur (harap dipahami, kondisi ini di kereta, so… think positively ๐Ÿ™‚ )

sayang sekali g dapet no hapenya, ato fb nya,,, gara2 hape sialan, pake mati segala, mana g bawa charger lagi,

ah, sungguh moment aneh yang menyenangkan, nama sama, beda fisik, beda kuliahan tp bs duduk sebelahan…

ah, anda saja ini ceweku,,, hehe…

Read Full Post »

6,8 Km


Kalibening – 6,8 Km dari puncak merapi

kami tiba di lokasi kkn siang menjelang sore. penerimaan tingkat kecamatan dilakukan di desa banyubiru. selanjutnya kami masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 4km lebih untuk sampai dilokasi kkn kami.

6,8km dari puncak merapi. terletak sebuah desa dengan segala kearifan lokalnya yang menyapa kami dengan hangatnya meski hujan menyambut kami tanpa henti. saat tiba di lokasi kami terkejut setengah mati, semuanya sudah dalam kondisi tertata,,, tak ada puing2 kehancuran seperti yang di ceritakan saat pembekalan, kamipun layaknya superhero yang telat dateng dan salah tempat alias nyasar. sedih.

hari itu kami menginap di balai desa bersama atas instruksi kepala desa. seperti pengungsi??? memang sih, tapi justru di tempatinilah kami yang pada awalnya tidak saling kenal satu sama lain menjadi sok kenal pada awalnya. sok sok tegur sapa, main bareng yang lama2 menjadikan kami akrab, hanya dalam hitungan satu malam saja. main poker bersama, masak mi instant untuk bersama (makan mi pake baskom gedee, hehe) dan DPLpun merasakan hal yang sama,,, esok harinya kami di mulai menempati posko2 di dusun2 yang akan kami kembangkan selama 35 hari ke depan. untuk kelompokku, kelompok 2 menempati dusun tertinggi. Kelompo 2 yg terdiri dari saya sendiri, Aan sebagai koordinator kelompok, ada gita,ย  anggra, indah, dan anjar alias masbro. kami tinggal d posko bersama bapak kadus windusari yang sangatlah ramah. saking ramahnya, kita pernah main kartu remi bersama, padahal di dusun lagi ada pengajian maulid nabi,,, astagaaaa……

minggu pertama terasamembosankan, karena belum banyak yang bisa kami kerjakan. masih masa pengamatan. minggu kedua mulai bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab masing2, ada yang ngurusin anak teka, ada yang ngurusin pengaktifan PAUD, ada yang menggerakan ibu2 PKK, ada yang ngasih informasi2 masalah kebencanaan, bahkan ada yg sibuk tidur mulu di posko, astagaaaa…..semua dilakukan dengan perasaan senang karena kami senang kami bisa membantu meringankan beban mereka meskipun banyak juga yang tidak dapat kami kerjakan karena faktor teknis.

Taman Bacaan Soedirman

hampir setiap peserta KKN (kalo menurut saya sih liburan terencana ala mahasiswa yg di wajibkan kampus) mendapatkan tugas dan tanggung jawab. saya kedapatan jatah sebagai Penangung Jawab untuk mendirikan Taman Bacaan, tidak mudah membangun sebuah taman bacaan dari nol, dengan dana terbatas kamipun mencoba meminta bantuan pihak2 percetakan di Yogyakarta, bahkan sampai ke tingkat Kementrian di Jakarta. buku terbanyak berasal dari kementrian Kesehatan. wawww…… kami sangat berterima kasih atas bantuannya, tidak sia2 mampir ke kantor kemenkes, tp dpt buku segudang, :D. asal tau saja, taman bacaan tsb di dirikan dari nol sampai 100% hanya dalam 3-4 hari,,, karena waktu yang sangat mepet (lagian di kasih tugas seabreg malah hari2 terkahir) maka terpaksa di bentuk tim roro Jongrang yang terdiri dari orang 2 yang mampu mengerjakan segalanya dalam hitungan jam saja.ย  banyak masalah yang terjadi tapi tidak menyurutkan langkah kami mendirikan taman bacaan yang diharapkan menjadi salah satu kebanggaan warga desa. 1 hari sebelum kepulangan, pada sore hari taman bacaan tsb di resmikan oleh bapak kepala desa, padahal paginya tempat itu masihlah sangat kotor dan belum ada 1pun buku. nama tempat tersebut adalah taman bacaan soedirman yang di ambil dari nama almamater kami. tadinya saya setuju dengan nama itu karena takut di kira pamer saja, tapi apalah daya semua menghendaki nama tersebut. resmi sudah taman tersebut dan akan di jalankan oleh pihak desa.

Kisah Cinta??

Cinlok ato cinta lokasipun terjadi, dan korban panah asmara tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah kormades kami dengan si aan alias ketua kelompok saya, hahahaha….. makan2?? itu terjadi… sedih.

Read Full Post »

KKN Mitigasi Bencana, itu adalah sebutan untuk prosesi KKN yang telah aku lalui bersama dengan 60 anak lainnya. namanya berasa keren abis dah, Ka Ka eN Mitigasi bencana. untuk dapat mengikuti KKN spesial ini, kami harus melalui serangkaian proses seleksi untuk menemukan 60 orang terbaik yang beruntung akan di berangkatan ke daerah bencana guna melakukan kegiatan pemulihan pasca bencana. seleksi tersebut berupa seleksi tertulis yang mana inti dari seleksi tulis itu adalah memberikan gambaran tentang tempat yang akan di tempati nantinya.

seleksipun telah selesai dan telah terpilih 60 anakย  dimana aku salah satu yang terpilih dan satu2nya wakil sastra inggris untuk universitas, yang mana akan di tempatkan di 2 desa di kaki merapi di desa kalibening dan banyubiru, kecamatan dukun, magelang. pada saat pembekalan aku sedikit shock selain karena aku merasa kesepian dan juga dari raut muka peserta lainnya seperti tidak ada selera humor dalam diri mereka. sempat tersirat dalam pikiran unuk mengundurkan diri dan beralih ke KKN yg lebih normal, yang seperti mahasiswa pada umumnya. tapi niat itu aku simpan rapat2.

hari pembekalan terakhir dimana 60 anak tersebut akan di bagi menjadi 2 desa, banyubiru dan kalibening. aku masuk kedalam 30 anak yang akan menempati lokasi 6 km dari puncak merapi, desa kalibening. 30 anak dari kalibening tersebut masih di bagi lagi menjadi 5 kelompok yang akan di tempatkan dimasing2 dusun agar lebih merata dalam menjalankan tugas dan fungsinya nanti. untuk kalibening koordinator mahasiswa desanya di pegang oleh anak fakultas hukum yang bernama Novi Suci Setia. beliau akan memimpin kami selama kurang lebih 35 hari di desa kalibening. uintuk dosen pembimbing lapangan kami adalah Ir. Eko Dewanto M.Si, dosen pertanian.

untuk menuju lokasi kami menggunakan bus dan sebuah truk untuk mengangkut bahan bantuan dan motor untuk kegiatan operasional. untuk motor hanya di jatah 6 motor untuk 5 kelompok tersebut dan seorang DPL. bagi yg berminat membawa dipersilahkan membawa sendiri ke lokasi KKN tsb.

Next ……………… first day in Kalibening,

Read Full Post »